Kamis, 09 Desember 2010

Caprica: Ketika Teknologi Kuasai Hidup Manusia

Jakarta Perang antarrobot dan manusia telah dimulai. Itu terjadi dalam serial televisi 'Caprica'.

'Caprica' mengisahkan awal dari pengembangan Cylon, penggunaan teknologi avatar, serta implikasi penyalahgunaan teknologi. Tidak hanya menonjolkan peperangan, serial ini juga diwarnai berbagai intrik antarkeluarga, individu, bisnis, dan politik. Dan tentu saja keberadaan kelompok agama penganut monoteis yang fanatik di Planet Caprica. Padahal di planet itu kebanyakan penduduknya menganut politeisme.

"Avatar, dunia virtual, dan  robot adalah sebagian kecil dari kemajuan teknologi yang ada di Planet Caprica yang aman dan tenteram. Namun, pilihan-pilihan emosional dan tidak bijak untuk mengeksploitasi dan menggunakannya secara tidak etis akan membawa kekacauan bagi kehidupan umat manusia dan masa depan mereka. Kira-kira itulah pesan moral dari Caprica," kata Produser Eksekutif 'Caprica' Jane Espenson.

Kisah 'Caprica' diawali dengan sebuah aksi bom bunuh diri oleh anggota 'Soldiers of the One' yang merupakan sekte penganut monoteis yang fanatik. Aksi itu menewaskan warga sipil. Salah satu yang menjadi korban adalah Zoe (Alessandra Toressani), anak seorang ilmuan sekaligus pengusaha teknologi, Daniel Graystone (Eric Stoltz).

Namun tak sengaja Daniel mengetahui bahwa Zoe memiliki program untuk membuat avatar. Lewat program itu Daniel membuat duplikat digital anaknya sendiri. Lewat virtual tersebut ia bisa bertemu kembali dengan anaknya. Saat itu, Daniel dalam tekanan. Hal itu dikarenakan robot Cylon (U-87) yang tengah ia kembangkan untuk menggantikan manusia di peperangan tercipta jauh dari sempurna. Namun kontrak perusahaannya dengan pemerintah untuk memproduksi 100.000 U-87 terancam batal dan terancam jatuh ke pesaingnya, Vergis Corporation.

Vergis Corporation mengklaim telah memiliki prosesor meta kognitif sebagai artificial inteligence. Pasca pertemuan dengan avatar Zoe, Daniel merasa satu-satunya cara agar prototipe robot yang dibuatnya bisa berhasil adalah dengan mengkombinasikan rangka U-87 dengan prosesor milik Vergis dan avatar Zoe.

Daniel kemudian mendekati Joseph Adams (Eric Morales), seorang pengacara yang terkait dengan organisasi kriminal dan memiliki akses ke Vergis Corporation. Daniel menjanjikan bahwa ia bisa mempertemukan kembali Joseph dengan anaknya, Tamara yang terbunuh dalam presitiwa peledakan bom. Syaratnya, Joseph mencuri prosesor meta kognitif dari Vergis Corporation. Joseph sepakat dan berhasil mencuri prosesor dan menyerahkannya ke Daniel.

Lalu bagaimana teknologi dapat menguasai hidup manusia? Apakah persaingan dan perseteruan tersebut akan menentukan masa depan umat manusia? Temukan jawabannya di serial 'Caprica' setiap Kamis pukul 22.00 WIB yang tayang perdana Kamis (9/12/2010) malam ini di kanal AXN dan AXN Beyond.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar